Usaha yang Berawal dari Ide Pembantu Rumah Tangga

Ide bisnis bisa datang dari siapa saja, bahkan dari pembantu rumah tangga. Hal inilah yang dialami oleh Ishom Widiastuti, pengusaha produksi makanan ringan Ogel-ogel asal Pemalang. Pada tahun 2000, pembantu Ishom menyarankan ide usaha ini agar dia bisa tetap bekerja, sebab dia akan diberhentikan karena pekerjaan rumah tangga sudah mampu Ishom lakukan sendiri.

Ishom-Widiastuti-Ogel-ogelBerawal dengan target konsumen masyarakat di lingkungan sekitar rumah, Ogel-ogel Ishom ditawarkan dari pintu ke pintu, atau ke acara arisan dan kegiatan pameran desa/kecamatan. Kesulitan terbesar yang dihadapi Ishom adalah membuat orang menyukai sebuah produk yang belum populer di pasaran. Namun perlahan, dengan kerja kerasnya, Ogel-ogel disukai oleh banyak orang hingga menjadi “maskot” oleh-oleh makanan khas Pemalang.

Rahasia kesuksesannya adalah peka terhadap selera konsumen. Orang Pemalang menyukai makanan yang gurih, dan itu terdapat pada Ogel-ogel. Bahan olahannya terdiri dari tepung beras, telur, keju dan bumbu, tanpa pengawet namun bisa tahan hingga 3 bulan. Rasa yang renyah dan gurih membuat banyak orang menyukainya. Ishom terus berupaya memperluas jangkauan usahanya. Kantor pemerintahan Kabupaten Pemalang, tempat almarhum suaminya bekerja, tak luput menjadi sasaran untuk mendapat pelanggan. Kini Ishom tak lagi repot mencari pembeli, karena sekarang justru pembelilah yang mencari produknya. Gerai produk Ishom yang bernama Unit Dagang (UD) Cipta Jaya di Perumahan Kaligelang, Blok H1, Pemalang kini terkenal sebagai pusat produksi Ogel-ogel.

Untuk meningkatkan produksi, di tahun 2011 Ibu yang berhasil menyekolahkan semua anak-anaknya ke perguruan tinggi ini memutuskan untuk bekerja sama dengan BTPN guna meningkatkan modal. Selain mendapatkan pinjaman modal, Ishom mendapatkan konsultasi dan pelatihan pengembangan usaha dari BTPN yang rutin dilakukan setiap bulan. Saat ini, Ishom dibantu oleh 7 orang karyawan. Omzet penjualan yang dulunya hanya 3-5 juta per bulan, kini menjadi 70-80 juta per bulan dengan pelanggan yang tersebar sampai kota-kota sekitar Pemalang, seperti Tegal dan Pekalongan.

Kini Ogel-ogel bukan lagi menjadi produk kebanggan Ishom saja, tetapi juga kebanggan masyarakat Pemalang, yang mengisi pilihan kuliner khas Pemalang.

Kiat Sukses Bu Ishom
1. Terbuka terhadap ide usaha baru
2. Peka terhadap selera konsumen

Gunawan

Untuk melangkah maju lihatlah ke depan jangan tengok ke arah belakang. Usaha yang sukses adalah bercermin dari kegagalan masa lalu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *