Toserda, Bisnis Makanan Pedas Beromzet Puluhan Juta Rupiah/Bulan

Di Indonesia, belum lengkap rasanya bila menyantap makanan tanpa sambal. Tidak Cuma itu, berbagai racikan bumbu yang membuat olahan masakan terasa pedas juga banyak ditemui di berbagai menu dari berbagai daerah.
Peluang ini tidak di sia siakan untuk dijadikan bisnis oleh seorang pria asal bandung ini, nama nya Willyhono. Kebiasaan mengkonsumsi racikan makanan pedas bagi rakyat Indonesia di manfaatkan oleh willy, panggilan akrabnya, lewat macam produk makanan pedas.

Di toko yang diberi nama Toserda (Toko Serba Lada) ini, willy menawarkan aneka olahan makanan pedas nya. Lada sendiri di artikan dalam bahasa sunda adalah pedas. Toserda menjual aneka olahan makanan pedas.

Tidak sendiri, Willy mengajak rekannya, Lukman Edi Lukito  untuk membuka Toserda di Jl. Padjajaran No. 4 Kota Bandung. Modal awal saat itu adalah 10 Juta Rupiah. Beragam macam jenis makanan yang di tawarkan di Toserda adalah  rendang pedas, kerupuk pedas, abon pedas, Mie pedas, dan yang pasti sambal pedas.

Baca Juga : Bermodalkan 6 Juta kini Yully memasarkan Lampu hingga Eropa

“Disini kita memilih menjual makanan khusus pedas, karena banyak nya jenis olahan makanan pedas UKM yang perlu di promosikan ke level nasional, bahkan dunia. Toserda sendiri adalah singkatan dari Toko Sereba Lada. Lada dalam bahasa sunda artinya pedas. Jadi kita khusus menjual makanan pedas saja,’ ungkap willy.

Toserda berdiri di tahun 2010 yang di khususkan untuk menjual produk makanan pedas. Sehingga mempermudah para konsumen penyuka pedas untuk mencari makanan pedas kesukaan nya, cerita Willy.

“seandainya ada sambal dari daerah Surabaya dan Bandung, sedangkan ada konsumen yang ingin membeli sambal dari kedua daerah tersebut. Sulit rasanya jika harus memesan dari kedua daerah hanya untuk sebotol sambal. Toserda hadir untuk menjawab masalah itu, One Stop Shopping khusus untuk produk makanan pedas,” ungkap Willy.

Baca Jug : 5 Nasehat BJ Habibie Untuk Generasi Muda Yang Ingin Sukses

Willy, Mantan konsultan marketing ini berkata, beberapa olahan makanan pedas nya dibuat sendiri, sebagian lainya di pasok oleh UKM di sejumlah kota seperti Jakarta, Manado, Surabaya, dan beberapa kota lainya. “ Untuk menambah jenis produk yang di jual di Toserda, kita melakukan riset ke pasar apakah ada produk baru atau supplier baru makanan pedas. Dan para pengujung pun sering memberi masukan untuk memasok jenis barang tertentu,” pungkas nya.

Sudah memasuki tahun ke tujuh, usaha Toserda yang di olah oleh pria kelahiran bandung 34 tahun ini beserta rekannya semakin berkembang. Semakin banyak para pelancong yang datang ke kota bandung akrab dengan Toserda. Willy di bantu dengan 4 orang karyawan.

Tidak hanya dari Toko, penjualan lewat online pun di garap nya. Tetapi, untuk urusan Omzet, willy pun enggan menyebutkan secara terperinci. Dia hanya menyebutkan puluhan juta setiap bulan. Yang pasti, untuk menjalankan bisnis ini, willy sering menghadapi berbagai tantangan. Di antaranya adalah kesulitan mencari perusahaan ekspedisi untuk mengirim barang hingga lonjakan harga cabai.

Baca Juga :  Modal cuma 1,3 juta Bisnis Kafe Susu beromzet Ratusan Juta

“sulit sekali mencari supplier dan ekspedisi yang cocok karena kita mengirim produk ke berbagai wilayah Indonesia. Kita juga kesulitan bila harga cabai melambung tinggi, karena banyak supplier kita adalah UKM. Dengan naik nya harga cabai mereka akan kesulitan untuk melakukan produksi. Bahkan ada beberapa yang sampai gulung tikar,” ungkap Willy.

Jika berminat dengan aneka produk yang ditawarkan Toserda, bisa mengunjungi situs www.toserda.com atau langsung datang ke Toserda di Jalan Padjajaran Nomor 4, Kota Bandung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *