Sudhamek – Chairman GarudaFood

Kata sukses tidak akan didapatkan seperti semudah membalikkan telapak tangan. Ada banyak sekali rintangan yang harus dilalui sebelum kita berada pada puncak kesuksesan. Sama seperti apa yang telah dilalui oleh seorang pengusaha sukses, Sudhamek adalah pria yang termasuk dalam barisan pria terkaya di Indonesia. Kegigihan dalam menjalankan bisnis yang digeluti, membuat pria kelahiran Rembang, Jawa Tengah ini bisa mengembangkan perusahaan milik keluarganya. Bahkan, dia sekarang juga berperan sebagai dewan pengarah yang dibentuk oleh Presiden Joko Widodo untuk menghidupkan kembali nilai-nilai dari Pancasila di Indonesia. Sebuah perjalanan hebat yang memberikan manfaat bagi orang lain, khususnya negara kita Indonesia.

Perjalanan Karir Sudhamek AWS

Perjalanan Karir Sudhamek

Pria bernama lengkap Sudhamek AWS ini, adalah yang terbontot dari sebelas bersaudara. Meskipun terlahir di keluarga yang sudah memiliki perusahaan sendiri – GarudaFood, ia tak serta merta menggantungkan semuanya di perusahaan itu. Terbukti, Sudhamek juga menuntut ilmu di sebuah universitas di kota Salatiga – Universitas Satya Wacana. Di universitas itu, pria kelahiran tahun 1956 ini mendapatkan gelar sarjana ekonomi pada tahun 1981 dan sarjana hukum pada tahun 1982. Lalu, ia melanjutkan hidupnya dengan bekerja di perusahaan rokok besar Gudang Garam. Di sini, ia menghabiskan waktunya selama kurang lebih 12 tahun sampai memegang jabatan tinggi Presiden Direktur sebuah anak perusahaan PT Gudang Garam.

Hal lain yang membuat Sudhamek AWS ingin mandiri dalam bekerja adalah, ia tidak ingin membebani orang tuanya dengan membuat cabang bisnis yang baru. Kalimat ini terlontar saat pria yang juga menjadi ketua dewan pengawas MBI (Majelis Buddhayana Indonesia) diwawancari oleh sebuah majalah bernama Warta Ekonomi. Setelah orang tuanya meninggal, Sudhamek diminta meneruskan kepemimpinan GarudaFood oleh saudara-saudara tuanya. Ketika ia dimintai untuk memimpin perusahaan keluarganya, Sudhamek menginginkan sebuah kedisiplinan yang harus dipatuhi. Dalam hal ini, ia mengajukan syarat untuk hubungan atasan bawahan. Semuanya dilakukan Sudhamek untuk memajukan perusahaan yang sudah memiliki nama besar dalam menjual kacang Garuda ini. Di samping itu, jabatan yang dimiliki oleh pria ini tidak serta merta membuatnya merasa tinggi dari kakak-kakaknya.

Perjalanan Karir Sudhamek AWS

Setelah berjalan, perusahaan GarudaFood yang dipimpin berkembang sangat pesat. Dari hanya satu pabrik yang memiliki 700 karyawan dan menciptakan 5 produk. Perusahaan ini memiliki delapan pabrik yang memiliki 19 ribu karyawan dan menciptakan 200 produk. Sebuah pencapaian yang sangat besar oleh anak paling bontot dari keluarganya. Karena konsistensi dan kegigihan Sudhamek, perusahaan kacang kulit pesaingnya yang sebelumnya menguasai pasar, telah terlampaui kepemimpinannya. Tak hanya itu, Sudhamek juga merambah bisnis lain seperti snack, biskuit, bahkan juga minuman. Strategi yang diterapkan oleh Sudhamek, memberikan dampak yang sangat positif bagi perusahaan. Di sini, ia menciptakan suatu lingkungan yang membuat pondasi perusahaan keluarganya menjadi sangat kokoh.

Hal yang membuat Sudhamek bangga adalah, ketika pesaingnya menciptakan produk-produk yang sama seperti produk-produk hasil dari GarudaFood. Saat ini, pendapatan utama yang diterima oleh perusahaan yang dulunya anak dari PT Tudung, tidak lagi dari kacang kulit. Adalah produk biskuit yang menjadi sumber pendapatan utama GarudaFood. Dalam hal ini, pria yang juga menjabat sebagai Chairman Tudung Group ini melihat perkembangan-perkembangan yang bisa meningkatkan produksi perusahaan. Contohnya, saat dulu yang dinilai hanya kulit kacang dan isi kacangnya, sekarang konsumen juga menilai estetika dan higienitas kemasan. Di samping itu, lingkungan perusahaan yang dibuat oleh Sudhamek, mengacu pada nilai spiritual dan filosofi yang cukup kental. Berkat perubahan-perubahan yang digagas olehnya, GarudaFood juga tak ketinggalan dalam memberikan jasanya pada masyarakat.

Puncak Kesuksesan Sudhamek AWS

Puncak Kesuksesan Sudhamek AWS

Banyak hal yang telah dilakukan oleh Sudhamek AWS saat ia meraih puncak kesuksesan. Di sini, ia telah mendirikan beberapa organisasi sperti IPI (Indonesian Pluralism Institute) dan ICRP (Indonesian Conference on Religion and Peace Institute). Selain itu, Sudhamek juga menjadi anggota dewan pertimbangan di Apindo. Hal besar yang sekarang pria yang lahir pada tahun 1956 ini adalah menjadi anggota dewan pengarah UKPPIP yang dibentuk oleh presiden Indonesia – Joko Widodo sejak bulan Juni tahun 2017.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *