Proses Sablon Kaos Secara Manual

Siapa yang tidak tahu sablon? Hampir semua orang akrab dengan sablon. Ada beberapa cara menyablon, termasuk sablon secara manual, sablon DTG dan sablon digital. Sablon manual adalah jenis sablon yang sering kita lihat dan digunakan setiap hari , baik untuk distro, Kampanye T-shirt, kaos pada perusahaan, bahkan kaos di pasar malam juga menggunakan sablon manual di kaosnya. Oleh karena itu, banyak orang mulai belajar berbisnis dengan belajar sablon manual, karena modal relatif murah, namun potensi keuntungan besar. Mari kita telaah secara singkat tentang proses pengguna sablon manual.

Proses-Sablon-tshirt-Manual

Jenis alat sablon manual
Peralatan yang diperlukan untuk sablon manual adalah Screen yang telah di afdruk, rakel , triplek yg telah diselaraskan lebarnya dan sudah diberi perekat (lem meja), lakban, pasta putih, kain percah, pigmen, pasta warna, obat afdruk. Untuk penjelasan mengenai screen dan yang lain-lain dibahas pada waktu yang lain ya 🙂

Proses pencetakan
Beberapa langkah yang bisa digunakan untuk diterapkan sablon secara manual.

  • Berikan triplek ke dalam kaos yang akan disablon, fungsi triplek yaitu agar kaos diam diposisinya dan ketika saat disablon tidak melenceng sehingga hasilnya bisa maksimal dan presisi. Pastikan kaos menempel di triplek dengan erat yang telah diberi lem sebelumnya.
  • Posisikan screen pada kaos yang akan disablon, supaya tinta tidak tumpah tutup dengan lakban di tepi layar dari atas screen. Kemudian posisikan screen disablon sesuai dengan desain yang akan disablon, pastikan posisi design tidak miring dan agak ke tengah supaya berada pada posisi yang diinginkan.
  • Taruhlah pasta yang sudah diberikan pigmen di samping atau di atas screen. Pertama tempelkan terlebih dahulu rakel di screen, supaya saat di gesut tidak kasar.
  • Mulailah gesut dengan cara mengisi screen dengan tinta, aturlah kemiringan kemudian tarik screen kira kira sekitar 45 derajat, agar tinta menempel di bahan kaos.
  • Angkat screen dan periksa apakah ada bahan yang belum tertutup dengan baik, jika tidak ulangi langkah mengisi tinta di screen.

Proses-Sablon-Kaos-Secara-ManualProses setelah pencetakan
Untuk mengeringkan tinta yang telah dicetak, dapat menggunakan sinar matahari. Namun biasanya menggunakan pengering rambut untuk proses pengeringan.

Proses-Sablon-Kaos-Manual

Catatan :
Bagi mereka yang pemula dibidang sablon pasti banyak pertanyaan tentang bagaimana teknih menyablon manual supaya hasil maksimal. Salah satunya yaitu menyablon t-shirt dengan tinta putih pasti sangat sulit, kenapa? biasanya tidak mendapatkan hasil cetakan yang halus, belum lagi cetak pada bahan gelap atau hitam.

Banyak faktor yang dapat menyebabkan itu terjadi, bisa dari screen, tinta, cara gesut, Oke, kita bahas satu satu ya :

  1. Screen, disarankan untuk menggunakan screen berpori-pori yang lebih besar. gunakanlah screen dengan ukutan T lebih kecil, semakin kecil ukutan T tersebut semakin kecil ukuran pori pori screen tersebut. disarankan T48 atau T61.
  2. Tinta, tidak hanya menyalahkan tinta murah, tinta murah tidak selalu menghasilkan hasil yang kurang baik. Tapi tinta putih bertekstur juga dapat disebabkan oleh tinta kedaluwarsa. biasanya karena terlalu lama kena angin.
  3. Offcontact dan cara gesut, kontak adalah jarak antara bahan kaos dan screen. Sebuah jarak yang ideal adalah dari 3-5 mm.
  4. Cara gesut, kondisikan kemiringan rakel supaya tinta masuk secara maksimum melalui screen kemudian tarikrakel agar tinta menempel pada bahan kaos.

Jadi itulah sekilas proses sablon manual , semoga bisa menjadi solusi untuk mengembangkan bisnis sablon yang berkualitas.

Gunawan

Untuk melangkah maju lihatlah ke depan jangan tengok ke arah belakang. Usaha yang sukses adalah bercermin dari kegagalan masa lalu

3 thoughts on “Proses Sablon Kaos Secara Manual

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *