Perjalanan Awal Karir Raditya Dika Yang Gemilang

Mungkin Anda sudah pernah mendengar nama Raditya Dika sebelumnya. Yup, dia adalah seorang pria kelahiran Kota Jakarta yang sangat terkenal – terutama di kalangan remaja Indonesia. Meniti karir sebagai penulis pada masa awal karirnya, sekarang dia menjadi seorang yang bisa dibilang telah sukses di dunia entertainment Indonesia. Banyak hal yang telah dilakukan oleh Raditya Dika sebelum menjadi seorang yang sukses seperti sekarang. Nah, untuk memberitahukan informasi tentang bagaimana perjalanan pria bernama lengkap Dika Angkasapura Moerwani ini, kami akan membagikan kisah hidupnya sejak awal menjalani karir di Indonesia.

Awal Karir Raditya Dika

Karir pria yang berzodiac capricorn ini diawali ketika dia menulis di blog tentang kehidupannya. Bisa dibilang Raditya Dika menuliskan sebuah diary di blognya. Untuk Anda yang sudah tahu tentang buku pertamanya yang sangat hits pada waktu itu, pastinya tahu tentang Kambing Jantan. Yup, tulisan pria yang kerap disapa Radit ini menjadi batu loncatan akan karirnya yang saat ini sangat cemerlang. Di tulisan yang diceritakan dalam Kambing Jantan, karakter utama prianya adalah seorang pelajar bodoh. Di sini, Radit menuliskan Kambing Jantan saat ia masih melangsungkan pendidikan tinggi di Australia. Karena respon dan feedback semua orang sangat tinggi, tulisan di blognya itu mendapatkan sebuah penghargaan bergengsi – yaitu Indonesian Blog Award. Kemudian, Kambing Jantan yang ia tulis akhirnya dibubukan dan menarik remaja di Indonesia.

Buku Kambing Jantan Raditya Dika

Gaya tulisan humor dipadukan dengan percintaan, membuat Raditya Dika banyak dikagumi oleh generasi muda pada saat itu. Pria yang tergolong mungil ini menjadi seorang penulis idola baru yang memiliki jalan tersendiri untuk menulis ceritanya. Dengan sebuah genre yang cukup fresh, ia kemudian menulis buku kedua yang berjudul Cinta Brontosaurus, tepatnya pada tahun 2006. Sama seperti buku sebelumnya, buku ini juga diadaptasi dari kehidupan sehari-hari yang dialami oleh pria berumur 33 tahun ini. Ketidak-beruntungan Radit juga dituliskan dalam buku ini. Terbukti Radit menuliskan pengalaman cintanya saat masih SD, yaitu dengan menulis surat cinta pertama. Di samping itu, ia juga tak melupakan drama percintaan kucing kesayangannya yang jatuh cinta pada kucing tetangga.

Buku Radikus MakankakusPada tahun 2007, Radit menulis buku ketiga yang diberi judul Radikus Makankakus : Bukan Binatang Biasa. Kehidupan yang dituliskan oleh Raditya Dika pada buku ini cukup memilukan, yakni saat ia menjadi seorang badut di Monas, pengajar bimbel, dikira orang sebagai hantu penunggu WC, sampai ceritanya yang mengisahkan sebuah kutukan orang Nusa Tenggara Barat. Setahun kemudian, Radit menulis buku keempat dengan judul Babi Ngesot. Sama seperti sebelumnya, Radit menceritakan kehidupannya yang asam manis ke dalam sebuah buku. Karir pria kelahiran tahun 1984 ini semakin cemerlang saat buku pertamanya – Kambing Jantan, mendapatkan kesempatan untuk difilmkan. Sebuah gerbang sukses karir Radit, film yang diberi judul yang sama ini mendapatkan respon yang besar dari remaja.

Dari sini, hampir semua buku karya Raditya Dika telah difilmkan. Tak perlu ditanya tentang kesuksesan filmnya, semuanya mendapat respon yang hangat dari remaja Indonesia, terutama penggemar Radit sendiri. Karir di dunia perfilman Radit semakin terang karena banyak film yang diadaptasi dari bukunya seperti Cinta Brontosaurus, Manusia Setengah Salmon, Koala Kumal, dan Marmut Merah Jambu telah sukses membuat penonton puas.

Puncak Karir Seorang Raditya Dika

Karir pria yang akan menikah dengan Anissa Aziza ini telah mencapai kesuksesan karena ia juga menjadi pemeran sekaligus sutradara di film-filmnya. Selain itu, Raditya Dika Juga berkesempatan memainkan dua sitkom yang hits pada waktu itu – Malam Minggu Miko dan Comic Story. Tak berhenti di situ, Radit juga sering tampil di layar kaca dengan menjadi juri atau pembawa acara. Acara TV seperti Comic Action, SUCI (Stand Up Comedy Indonesia), Galau Nite, SUCA (Stand Up Comedy Academy), Gen Z, dan Bukan Sekedar Wayang menjadi bukti bahwa Raditya Dika telah sukses melebarkan sayapnya di dunia hiburan di Indonesia. Selain itu, ia juga memerankan sekaligus menyutradarai film Single, Hangout, dan The Guys.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *