Pengusaha Terbaik Adalah Mereka Yang Mau Terus Belajar

Ketika Juan Manuel Fangio berhasil melewati lintasan menyempit persis sebelum tikungan buta Tabac saat berpacu di ajang Monaco Grand Prix 1950, mendadak ia justru menginjak rem. Tindakannya ini sebetulnya merupakan reaksi berlawanan dari seorang pembalap yang baru saja berhasil melewati rintangan yang memaksanya harus mengurangi kecepatan mobil. Namun tindakan Fangio tersebut justru berhasil menyelamatkan nyawanya. Dengan memperlambat laju mobil balapnya, ia berhasil menghindarkan diri dari tabrakan beruntun yang terjadi beberapa saat sebelumnya, persis di balik tikungan Tabac tersebut. Dalam legenda dunia balap mobil, tindakan Fangio dilihat sebagai sebuah keajaiban. Tapi sebenarnya ada alasan logis di balik keputusan Fangio untuk menginjak rem dalam sekian detik paling genting dalam hidupnya tersebut.

Satu hari sebelum Grand Prix bersejarah tersebut digelar, Fangio melihat sebuah foto kecelakaan yang terjadi di sirkuit yang sama pada tahun 1936. Terjadi tabrakan beruntun dengan keras yang mengakibatkan beberapa mobil balap saling tumpuk. Apa yang ia lihat dalam foto itu tak bisa ia lupakan hingga keesokan harinya. Di hari balapan itu, saat Fangio berpacu mendekati tikungan buta Tabac, ia melihat warna-warna tidak biasa di tribun penonton. Dalam hitungan waktu sekian detik yang sangat menentukan itu, Fangio menyadari bahwa yang ia lihat bukanlah wajah para penonton, melainkan bagian belakang kepala mereka. Hal ini hanya punya satu arti: ada satu kejadian tidak biasa terjadi di bagian lintasan yang sedang ia tuju yang berhasil merebut perhatian para penonton. Inilah yang membuatnya teringat pada foto kecelakaan balap mobil tahun 1936 yang ia lihat satu hari sebelumnya.

Juan Manuel Fangio

Sama seperti Fangio, para pengusaha seharusnya memiliki wawasan luas dan kemampuan untuk melihat tanda-tanda perubahan, sekaligus mampu untuk bereaksi dengan cepat. Menurut psikolog Howard Gardner, saat ini kita hidup dalam sebuah dunia yang membutuhkan searchlight intelligence yang terus meningkat. Searchlight intelligence itu sendiri dapat diartikan sebagai kemampuan untuk menghubungkan manusia dengan ide-ide, saat orang lain tidak dapat melihat adanya keterhubungan di antara keduanya. Seorang pengusaha sukses wajib memiliki sudut pandang dengan informasi memadai seperti ini sekarang bernilai lebih besar bagi organisasi daripada sebelumnya, karena ia dapat mengantisipasi apa yang akan terjadi selanjutnya, sehingga peluangnya mencapai keberhasilan di masa mendatang lebih besar jika dibandingkan dengan pengusaha sukses yang lainnya.

Menurut guru manajemen modern, Peter Drucker, “Cara terbaik memperkirakan masa depan adalah dengan menciptakannya sendiri”. Namun bagaimana caranya para pengusaha sukses dalam berbisnis bisa memahami kondisi lapangan yang terus-menerus mengalami perubahan?

Agar dapat menemukan jalan mereka di tengah berbagai perubahan yang terjadi di masyarakat, para pengusaha sukses ini tidak dapat mengandalkan pemahaman statis. Mereka juga tidak bisa berharap akan mampu mengelola kompleksitas kondisi yang ada dengan terlalu terpaku pada rincian, karena akan menimbulkan konsekuensi-konsekuensi yang tidak diinginkan. Salah satunya adalah jatuh dalam perangkap micro-management.

Pengusaha Terbaik Harus Terus Belajar
Pengusaha Terbaik Harus Terus Belajar

Perubahan untuk menemukan kembali relevansi di abad ke-21 justru bertumpu pada kemampuan Anda sebagai seorang pengusaha untuk menyesuaikan cara-cara Anda dalam berpikir, belajar, melakukan sesuatu, dan mengubah diri sendiri. Idealnya, para pengusaha haruslah merasa nyaman hidup dalam keadaan yang terus-menerus mendorongnya untuk beradaptasi dan siap meningkatkan kapasitas diri. Para pengusaha sukses yang dapat bertahan di puncak proses perubahan masyarakat maupun bisnis melakukannya dengan menyiapkan diri untuk mampu menerima sinyal ataupun rangsangan, serta siap untuk terus belajar. Di masa kini dimana keunggulan suatu kecakapan (skill) hanya bertahan sekitar lima tahun saja sebelum bisa disusul oleh pengusaha sukses yang lain, para pengusaha bertanggung jawab untuk memperbarui perspektif mereka agar dapat tetap mempertahankan relevansinya di dalam organisasi perusahaan. Caranya adalah dengan mempromosikan proses belajar dan pembelajaran yang mandiri dan cepat, karena tidak ada cara lain untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi.

Kuncinya terletak pada bagaimana menemukan cara-cara untuk menghubungkan dan berpartisipasi dalam aliran pengetahuan yang menantang cara kita berpikir, sekaligus mengizinkan kita menemukan cara-cara baru untuk berhubungan, berkolaborasi, dan menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan dengan lebih cepat, lebih cerdas, dan lebih baik.

Keunggulan kompetitif berkelanjutan dari sebuah organisasi bisnis bergantung pada orang-orang di dalamnya yang tahu bagaimana membangun hubungan-hubungan, mencari informasi, memaknai pengamatan dan berbagi ide-ide melalui penggunakan teknologi baru dengan cerdas. Kenneth Mikkelsen dan Harold Jarche menyebutnya sebagai Personal Knowledge Mastery (PKM), yaitu sebuah strategi pembelajaran yang berlangsung seumur hidup. Ini adalah suatu metode bagi individu-individu untuk mengendalikan pengembangan karir profesional mereka melalui proses berkelanjutan dari aktivitas-aktivitas “Mencari”, “Memahami”, serta “Berbagi”.

“Mencari” bertumpu pada upaya menemukan hal-hal dan menjadikan diri bisa mengikuti perkembangan zaman (up-to-date). Di dalam dunia yang dibanjiri informasi, kita membutuhkan saringan cerdas agar dapat memilih dan memilah informasi yang berharga. Caranya adalah dengan melakukan evaluasi dan menyesuaikan sumber-sumber informasi yang kita jadikan landasan berpikir dan membuat keputusan secara berkala. Ciptakan koneksi pada jaringan yang terdiri dari orang-orang terpercaya yang dapat membantu kita menyaring dan memilah informasi, menyingkapkan ketidaktahuan kita pada pengetahuan, sekaligus membuka mata kita.

“Memahami” berarti bagaimana kita bisa mempersonalisasi informasi yang diperoleh dan memanfaatkannya, termasuk mempraktekkan apa yang telah kita pelajari maupun menjadikan pemahaman kita sebagai pembelajaran. Memahami merupakan proses yang didasarkan pada berpikir kritis, dimana kita meleburkan pikiran, pengalaman, kesan dan perasaan demi untuk memaknainya.

Pengusaha Terbaik Bob Sadino

“Berbagi” merupakan pertukaran sumber-sumber daya, ide-ide, dan pengalaman-pengalaman dalam jaringan sosial kita, termasuk juga berkolaborasi dengan para kolega. Berbagi adalah proses berkontribusi, dimana kita meneruskan pengetahuan kepada kepada orang lain, bekerja bersama-sama dengan mereka, lantas memetik pembelajaran kolektif. Kita menciptakan rasa percaya dan hormat serta menjadi relevan saat kita berbagi dengan jaringan sosial kita, atau ketika berbicara di depan orang banyak.

Kini ada banyak peranti digital yang dapat dimanfaatkan untuk menjalankan ketiga aktivitas PKM tersebut, yang bisa disesuaikan dengan jadwal dan kebutuhan Anda sekaligus mendorong Anda menjadi pembelajar mandiri yang bisa menentukan arahnya sendiri. Dengan mencari, memahami, dan berbagi, setiap orang dapat menjadi bagian dari suatu organisme pembelajar, mampu mendengarkan frekuensi berbeda, memiliki perspektif yang lebih baik, mengenali pola-pola yang muncul, serta mengambil keputusan-keputusan lebih baik yang didasarkan pada informasi valid yang dimiliki. Sama seperti yang berhasil dilakukan oleh Juan Manuel Fangio saat memacu mobil balapnya di ajang Monaco Grand Prix 1950.

Gunawan

Untuk melangkah maju lihatlah ke depan jangan tengok ke arah belakang. Usaha yang sukses adalah bercermin dari kegagalan masa lalu

3 thoughts on “Pengusaha Terbaik Adalah Mereka Yang Mau Terus Belajar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *