Pebisnis Itu Harus Mau Melewati Kurva Belajar

Rumah Perubahan yang dibangunnya kini memasuki usia enam tahun. Sukses mengemas kerangka kewirausahaan peduli sosial dalam kewirausahaan yang dibesarkannya, siapa sangka pemicunya adalah karena bosan mendengar keluhan orang.

Malang melintang sebagai pengajar di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, disikapi Rhenald Kasali seperti menjalankan hobi. Ia mengaku beruntung karena bidang yang ditekuninya membuatnya bertemu dengan banyak kalangan, termasuk mendengar masukan dan keluhan tentang banyak hal di negeri ini. Suatu kali, Rhenald mengaku gemas dengan berbagai keluhan negatif tentang masalah di negeri ini. “Saya akhirnya berpikir, rupanya tidak lagi cukup hanya ceramah, tapi sudah waktunya saya menjadi role model.” Rumah Perubahan yang didirikannya tahun 2007 disebut Rhenald sebagai social business. Disana, Ia mengembangkan berbagai hal yang mengutamakan keterlibatan masyarakat, seperti pengolahan sampah menjadi kompos, bio gas, termasuk beternak sapi di Pulau Buru.

Kisah-Sukses-Pengusaha-Rhenald-Kasali
Tidak mudah menjalankan bisnis dengan orientasi sosial yang lebih banyak seperti dijalani ayah dua putra ini.

 Berbisnis itu harus ada sensasinya,
sehingga bisa beremosi

“Yang paling penting, pengusaha itu harus mau melewati kurva belajar, yaitu proses belajar yang banyak sekali, termasuk di dalamnya tinggi dalam hal angka kesalahan
dan kegagalan” katanya. Sebab itu, Rhenald menyarankan, jika ingin berbisnis, jangan dulu berpikir ingin lekas untung atau semangat mencari mitra bisnis. Di satu sisi, memiliki mitra bisnis itu baik untuk mengurangi rasa takut terutama bagi pebisnis baru. “Tapi itu tidak disarankan, karena tiap orang punya ekspektasi, agenda dan waktu yang berbeda.

Ada yang mitranya ingin cepat untung, tapi kitanya justru ingin mencapai kepuasan batin dulu,” kata pakar manajemen ini, beralasan. Rumah perubahan memang sarat kegiatan, mulai dari pelatihan wirausaha, mempersiapkan masa pensiun, sampai motivasi dan kepemimpinan. Sementara, kegiatan menarik lain yang kini dilakukan di tempat ini adalah bermitra dengan produsen tempe untuk membuat tempe yang higienis, mengelola air embun, serta
membuat ekstrak kulit manggis.

“Berbisnis itu harus ada unsur sensasinya, sehingga bisa beremosi. Disitu serunya, karena berbisnis itu seni dari banyak hal,” lanjut pria kelahiran 13 Agustus 1960 ini. Keuntungan yang didapatkan dari bisnis yang dirintisnya ini diinvestasikan untuk banyak hal, mulai dari pendidikan bagi karyawan, pembelian alat teknologi, sampai pengembangan aset.

Rhenald-Kasali-Rumah-perubahan
Rhenald tertawa ketika ditanya mau jadi apa hidupnya kelak. “Selalu berbagi, tetap menyempatkan traveling, membaca, berkebun, memancing, pokoknya menjalankan hobi,” jawabnya optimis.

Tips Usaha dari Rhenald Kasali

  • Harus berawal dari diri sendiri, mengembangkan apa yang disukai
  • Mempelajari resiko manajemen, bukan hanya berorientasi pada untung dan rugi saja
  • Melakukan riset, dan melihat kebutuhan pasar
  • Harus sangat berhati-hati dalam memilih mitra bisnis

Gunawan

Untuk melangkah maju lihatlah ke depan jangan tengok ke arah belakang. Usaha yang sukses adalah bercermin dari kegagalan masa lalu

One thought on “Pebisnis Itu Harus Mau Melewati Kurva Belajar

  • August 2, 2016 at 4:51 am
    Permalink

    Terimakasih informasi tentang : Pebisnis Itu Harus Mau Melewati Kurva Belajar, semua kesuksesan harus melewati tahap pemblajaran

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *