Meningkatkan Omzet Dari Limbah Plastik Untuk Dijadikan Tali Rafia

Plastik merupakan jenis limbah yang memiliki cukup waktu lama agar terurai oleh tanah. Tetapi, bagi pengusaha yang cukup jeli, limbah plastik yang pasti dapat mencemari lingkungan itu dapat menjadi keuntungan tersendiri setelah diolah menjadi sebuah tali rafia. Selain ramah terhadap lingkungan, tali rafia yang berasal dari limbah plastik tersebut mendatangkan keuntungan hampir Rp 500 juta/bulan.

Kebanyakan dari kita tentu pernah mengunakan tali rafia. Bahkan bisa dibilang sering kita pergunakan untuk mengikat suatu benda atau kardus, dibandingkan dengan tali tampar yang berasal dari serabut kelapa.

Karena sering digunakan itulah tali rafia jelas mempunyai nilai ekonomis yang cukup tinggi. Namun, kalau kita telusuri lebih jauh lagi, tali rafia ini juga merupakan produk yang ramah terhadap lingkungan. Oleh sebab itu, kini dipasaran banyak sekali tali rafia yang berasal dari limbah plastik sisa pabrik atau dari rumah tangga.

Tidak percaya ? Coba lihat apa yang dilakukan oleh Lukas Subagio, pemilik usaha Toko Mangun Wijaya Plastik yang berasal dari Jawa Timur, Sidoarjo . Semenjak tahun 2002 ia telah memanfaatkan sampah plastik itu untuk didaur ulang menjadi tali rafia.

mesin-pembuat-tali-rafia

Lukas biasanya menjual tali rafia dari limbah plastik tersebut dalam bentuk gulungan besar. Umumnya, sesampainya ditangan distributor, tali rafia yang dalam gulungan besar tersebut itu kemudian dikemas lagi ke dalam bentuk gulungan yang lebih kecil sebelum dijual ke agen atau ke para konsumen. “Si Agen menjual kembali tali rafia tersebut dalam ukuran yang lebih kecil,” ungkap Lukas.

Tali rafia buatan Lukas tersebut tidak hanya dipasarkan di sekitar Jawa Timur saja. Namun, telah terjual hingga ke Banjarmasin, Samarinda, Makassar, Jayapura bahkan sampai Papua.

Sebenarnya Lukas tidak menjual tali rafia dalam bentuk gulungan besar, tapi dalam bentuk kiloan. Harga yang dibanderol untuk tali rafia itu mulai dari Rp 6.500 per/kg hingga 13.500 per/kg, tergantung kualitas.tali-rafia-warna

Lukas pun menjelaskan, tali rafia yang berkualitas bagus produksinya itu mempunyai ciri-ciri tipis, lembut, tetapi tetap kuat. “Kualitas yang menentukan harga jual,” ucap Lukas.

Sedangkan untuk tali rafia yang berkualitas sedang biasanya tebal, berwarna-warni dan tidak mengkilat. Adapun tali rafia yang berkualitas rendah memiliki ciri-ciri sama dengan yang kualitas sedang, namun untuk tali rafia kualitas rendah tidak ada variasi warna.

Karena bahan bakunya dari sampah plastik, jelas ia tidak pernah kesulitan akan bahan baku. Ia secara rutin mendapatkannya dari pengepul plastik bekas dari Surabaya.

Dari tangan sang pengepul, Lukas membelinya dengan harga Rp 2.300–Rp 4.000/kg, tergantung dari jenis plastiknya.

Menurut Lukas, plastik bekas yang terbaik untuk bahan baku si tali rafia itu adalah dari limbah gelas plastik. Adapun limbah plastik kapas, plastik kerupuk, ataupun plastik bekas karung beras kualitasnya berada di bawah limbah plastik gelas.

Namun, Lukas enggan untuk membeli limbah plastik yang dipungut dari (TPA) tempat pembuangan akhir sampah. Ia bilang, limbah plastik asal TPA tersebut memiliki aroma yang cukup menyengat yang dapat mempengaruhi kualitas dari tali rafia tersebut.

Dalam pembuatan tali rafia dari sampah plastik itu, dibutuhkan beberapa tahapan. Tahapan yang penting adalah pembuatan biji plastik dari campuran sampah plastik dengan polietilena (PE). Setelah itu baru selanjutnya tahapan pemanasan dengan menggunakan oven lalu proses cetak dengan menggunakan mesin.

Lukas kini sanggup memproduksi 2.400 kg tali rafia per hari nya. Semua produksi ia salurkan ke para agen atau distributor. Dengan mematok harga Rp 6.500 per kg nya, Setidaknya Lukas mengantongi omzet Rp 15 juta per hari atau setara dengan Rp 468 juta per bulannya.

Menurut Lukas, usaha tali rafia tak hanya menguntungkan dirinya saja, tapi juga kepada para pengepul limbah plastik, agen , distributor, dan para pedagang tali rafia. “Termasuk juga keuntungan untuk lingkungan,” ucap Lukas.­ Ia memberikan sebuah contoh, seorang agen tali rafia saja bisa mendapatkan keuntungan Rp 1.000 dari setiap penjualan 1 kg tali rafia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *