Juru Catat Jadi Pemilik Toko

“Ada padang, ada belalang. Giat bekerja dan pandai memanfaatkan kesempatan, berbuah keberhasilan.”

Apakah Anda percaya kalau musibah itu bisa berubah menjadi anugerah? Seperti yang dialami Suhada, delapan tahun menjadi juru catat penjualan di toko bangunan, lalu dipecat tanpa pesangon, kok malah jadi pemilik toko? Itulah yang terbesit di benak orang yang mengenal Suhada di 16 tahun yang lalu. Di tahun 1998, krisis moneter di Indonesia berdampak pada banyaknya perusahaan yang bangkrut, termasuk toko bangunan tempat Suhada bekerja. Kala itu, sangat sulit untuk mendapatkan pekerjaan dan banyak pula orang yang bernasib di PHK (putus hubungan kerja).

Suhada_Toko_BangunanSehingga tak ada pilihan lain untuk Suhada selain berwirausaha. Bermodal 3 juta rupiah hasil menjual emas istrinya dan kemampuan mengelola usaha yang didapatkan ketika masih menjadi pekerja, bapak enam anak ini memberanikan diri untuk membuka toko bahan bangunan. Walaupun bermodal kecil, memanfaatkan hubungan baik dengan beberapa supplier bahan bangunan, tokonya dapat diisi  dengan berbagai bahan bangunan, termasuk bambu yang harus Ia bayar dimuka. Dibantu Istri yang turut membantu mencari nafkah berjualan makanan, masa-masa krisis dapat dilalui. “Kala itu, hasil istri jualan makanan dipakai untuk nutupin keperluan sehari-hari. Tapi, kalau hasil jualan material diputer terus jadi modal, ya Alhamdulillah akhirnya 6 bulan setelah buka toko bisa kebeli mobil butut untuk antar barang” kenang bapak yang lahir tahun 1957 ini.

Dalam mempromosikan toko bahan bangunannya, Suhada terbantu oleh kedekatannya dengan tukang becak yang mau mempromosikan usahanya. Ya walaupun semua itu tidak gratis, alias ada komisi buat mereka.

Kiat utama bisnisnya bisa berkembang adalah kejelian dalam menangkap selera konsumen yang biasanya selalu merujuk pada bahan bangunan yang sedang populer dan juga sesuai dengan daya beli masyarakat di sekitar tokonya.

Suhada selalu menjalin hubungan baik dengan supplier sehingga barang yang dikirim sesuai dengan trend dan terdapat beberapa pilihan merk dan harga. Memberikan pelayanan terbaik dan tidak pernah membeda-bedakan pada setiap pembeli dan pelanggannya adalah upaya lain dalam menjalin hubungan baik dengan konsumen.

TB_Dicky_Suhada_Putra_Ciledug
Berapapun nilai belanja para pembeli selalu dilayani dengan suka cita dan keramahan. Kepada setiap konsumen yang menunggu barang yang dibeli disiapkan, diberikan minuman gratis di deretan kursi yang sudah disediakan. Setelah menjalankan usaha selama 3 tahun, omzet usahanya bisa mencapai 100 juta rupiah per bulan. Untuk menambah modal, Suhada dan istrinya mendapatkan pinjaman dari BTPN MUR cabang Ciledug, Cirebon. Kini usahanya sudah berkembang dengan memiliki 5 toko bangunan yang dikelola bersama anak-anaknya dan 20 karyawan.

Hal positif yang Ia lakukan dalam menjalankan usaha adalah selalu bersyukur, pelayanan ramah dan menjaga kepercayaan sehingga membuat pelanggannya setia belanja di toko miliknya, dan bahkan seringkali pembeli yang datang karena  disarankan oleh pelanggannya. Memang betul kata pepatah, tidak ada yang paling sepadan bahwa buah dari giat bekerja adalah kemapanan.

Gunawan

Untuk melangkah maju lihatlah ke depan jangan tengok ke arah belakang. Usaha yang sukses adalah bercermin dari kegagalan masa lalu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *