Jogi Hendra Atmadja dan Kisah Suksesnya Membangun Perusahaan Raksasa, PT Mayora Indah di Indonesia

Jogi Hendra Atmadja merupakan salah satu orang terkaya di Indonesia. Pemilik PT Mayora Indah Tbk ini berada di urutan ke-35 berdasarkan survey Forbes, mengalami kenaikan dari peringat sebelumnya yang berada di angka 44. PT Mayora Indah sendiri adalah perusahaan yang memproduksi biskuit Roma Kelapa dan permen Kopiko, dua jajanan yang sangat terkenal di Indonesia. Bahkan mungkin Anda adalah salah satu penggemarnya.

Tapi, bukan produk-produk tersebut yang hendak dibahas, melainkan sosok dibalik terciptanya perusahaan Mayora.

Atmadja dan Jabatannya Sebagai Komisaris Utama Mayora

Atmadja lahir di Ibukota Jakarta 71 tahun yang lalu. Di usianya yang ke 31, tepatnya pada tahun 1977 beliau diberi wewenang sebagai Komisaris Utama Perseroan. Itu merupakan tahun yang sama dengan didirikannya PT Mayora. Pria lulusan Universitas Trisakti ini juga mempunyai jabatan sebagai Komisaris Utama di PT Torabika Eka Semesta, PT Tunita Branindo dan PT Kakao Mas Gemilang.

Di bawah pimpinannya, PT Mayora berhasil menciptakan produk yang melejit di pasaran di akhir tahun 1980-an, yakni biskuit Roma Kelapa. Kala itu, produk tersebut sukses mengalahkan rival kuatnya, Khong Guan yang telah lebih dulu menempati urutan teratas di pasar Indonesia. Bahkan, menurut survei TOP Brand tahun 2014-2016, biskuit Roma Kelapa selalu berada di posisi teratas, mengungguli Khong Guan dan Biskuat.

Memperkenalkan Produk Lain di Pasaran

Walaupun produk andalan PT Mayora adalah biskuit, namun di akhir tahun 1980-an, Jogi Hendra Atmadja memperkenalkan produk permen rasa kopi pertama di Indonesia, yaitu Kopiko. Tidak berbeda dengan Roma Kelapa, Kopiko pun turut menempati urutan teratas di pasaran Indonesia. Sebab, di negara kita saat itu belum ada permen dengan rasa kopi yang beredar. Saat ini, Kopiko telah dipasarkan ke 50 negara di dunia.

Memperkenalkan Produk Mayora

Selain permen tersebut, PT Mayora juga memiliki beberapa produk yang terkenal enak dan mudah melekat di hati masyarakat. Misalnya, kopi sashet Torabika, coklat Choki-choki dan Beng-beng. Ada pula sereal Energen dan Mi Gelas yang masuk dalam ranah makanan instan serta Teh Pucuk Harum, Kopiko 78 dan Le Minerale yang ada dalam produk minuman kemasan.

Berbicara tentang kategori yang terakhir, PT Mayora memang terbilang masih baru dalam bidang tersebut. Contohnya saja Teh Pucuk Harum yang dikenalkan pertama kali pada tahun 2011. Tapi, produk tersebut langsung mengambil pasaran Teh Sosro. Diketahui guna memasarkan dan merebut pasar, perusahaan itu mengeluarkan dana besar-besarkan untuk iklan di televisi.

Teh Pucuk Harum

Pada tahun 2011, Teh Pucuk Harum mengeluarkan biaya untuk iklan sebesar 95,55 miliar, dimana jumlahnya melebihi pengeluaran Teh Sosro yang hanya setengahnya. Begitu pun di tahun 2012, saat Teh Sosro mengeluarkan biaya iklan televisi sebesar 129,26 miliar, produk teh Mayora tersebut mengeluarkan dana hingga 131,84 miliar.

Baca Juga : Djoko Susanto Pendiri dan Pemilik Alfa Mart

Menggandeng PT Tirta Fresindo Jaya, kini PT Mayora merambah ke pasar air minum kemasan, yakni Le Minerale. Di akhir tahun lalu, dua pabrik baru dibangun di Palembang dan Cianjur dengan investasi mencapai 1,4 triliun. Sejalan dengan bergulirnya waktu, perusahaan tersebut menambah lima pabrik yang ada di Pasuruan, Sukabumi, Ciawi, Makassar dan Medan.

Air Minum Le Mineral

Total Kekayaan Atmadja

Kekayaan yang dimiliki Komisaris Utama PT Mayora ini tidak dapat diremehkan lagi. Totalnya sekitar 850 juta USD. Sedangkan per akhir 2016 lalu, total aset perseroan serta anak perusahaan Mayora mencapai 12.922 miliar, meningkat dari tahun 2015 yang jumlahnya sebesar 11.342 miliar. Naiknya peringkat Atmadja dari tahun ke tahun disebabkan karena perusahaannya telah menguasai 40% pasar makanan ringan di Nusantara. Hal tersebut membuat kekayaannya bertambah menjadi 3,44 triliun.

Kesuksesan yang diraih oleh Atmadja bukan semata-mata karena keberuntungan. Tapi, beliau bekerja keras dan terus melakukan inovasi untuk mengembangkan bisnisnya. Atmadja pun berani mengambil resiko dengan memperluas pasarnya ke beberapa produk selain biskuit yang menjadi andalan PT Mayora. Bagi Anda yang ingin memulai bisnis baru, tidak perlu takut dan khawatir. Beranilah untuk melangkah seperti yang dilakukan oleh Jogi Hendra Atmadja yang kisahnya begitu menginspirasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *