Jelang Lebaran Omzet Kerupuk Rambak Banjir Pesanan Hingga Rp 250 Juta

Selain kue kue kering yang menjadi favorit cemilan di hari raya, kerupuk rambak pun digemari oleh masyarakat sekitar Mojokerto sebagai camilan disaat lebaran tiba. Hal ini pun membuat pak Edi Cahyono (47) sebagai produsen kerupuk rambak kulit sapi di wilayah Mojokerto banjir pesanan.Warga Desa Puloniti, Kecamatan Bangsal tersebut dalam sebulan ini menjelang hari raya Idul Fitri 1439 H, Edi mengaku kebanjiran orderan.

Untuk dapat memenuhi permintaan pelanggan tersebut, kemampuan dalam berproduksi ditingkatkan menjadi 10 kali lipat. Jika dibulan-bulan sebelumnya Pak Edi hanya memasak 5 kuintal kulit sapi mentah, dalam 1 bulan terakhir dia sanggup mengolah hingga 5 ton kulit sapi.

Jelang Lebaran Omzet Kerupuk Rambak Banjir Pesanan
“Kulit sapi tersebut saya olah hingga sekitar 3,5 ton menjadi kerupuk rambak mentah (dalam Bahasa Jawa kita sebut krecek) siap digoreng,” kata Pak Edi.

Para pemesan tidak hanya datang ke tokonya yang berada di pusat oleh-oleh kerupuk rambak Jalan Raya Bangsal, tetapi datang dari berbagai wilayah daerah di seluruh nusantara itu sebabnya Pak Edi juga memasarkan kerupuk rambak miliknya via online.

“Selain dipulau Jawa, pesanan tersebut juga ada yang dari luar pulau Jawa seperti Sumatera, Bali, Kalimantan dan Sulawesi” ucapnya.

Meningkatnya pesanan menjelang hari raya lebaran juga secara otomatis membuat pemasukan bapak 3 anak ini ikut meningkat. Dalam jangka waktu sebulan terakhir, omzetnya tembus di angka Rp 250 juta. Padahal dibulan-bulan waktu sebelumnya rata-rata hanya liseran Rp 25 juta perbulannya.

“Alhamdulillah untuk omzet bersih saya sekitar Rp 25 juta,” ujarnya.

Harga dari kerupuk rambak olahan Pak Edi terbilang cukup terjangkau. Untuk di setiap kemasannya berisi 500 gram kerupuk rambak siap goreng, Pak Edi menjualnya dengan banderol Rp 45 ribu, sedangkan untuk harga kerupuk rambak yang telah digoreng dibandrol dengan harga Rp 120 ribu per kg.

“Kerupuk rambak ini dengan kualitas super. Saya pakai kulit sapi yang kualitasnya bagus. Kalau saat digoreng kerupuk rambak bisa jadi mekar dan mempunyai rasa gurih,” ungkapnya.

Supaya tidak kewalahan untuk menyanggupi orderan saat menjelang lebaran, Pak Edi pun menambah jumlah para personil pekerjanya. Suami Sukarsih (38tahun) ini dibantu oleh 15 orang pekerja yang rata ratanya para tetangganya sendiri.

Pak Edi pun menjelaskan rahasia miliknya dibalik memproduksi kerupuk rambak yang berkualitas. Lembaran lembaran dari kulit sapi tersebut direndam ke dalam air yang bercampur kapur selama 48 jam untuk dapat menghilangkan dari zat kimia yang ada serta melunakkan dari tekstur kulitnya.

Setelah semua lembaran kulit dicuci dengan bersih, lembaran lembaran kulit sapi tersebut direbus sepanjang 10 menit. Lalu kulit tersebut dijemur di terik matahari supaya dapat mengurangi kadar air yang dikandungnya. Prosedur selanjutnya yaitu dengan memotong lembaran kulit sapi tersebut sesuai ukuran yang diingini.

Lalu kulit tersebut dijemur di terik matahari

“Setelah dijemur kembali hingga kering, potongan kulit sapi tersebut dialup-alup sebanyak 2 kali. Proses ini yang disebut menggoreng kulit sapi tersebut hingga menjadi krecek rambak,” ungkapnya.

Tidak hanya menjadi salah satu cemilan disaat lebaran tiba, para pembeli pun juga menggunakan kerupuk rambak milik Pak Edi sebagai oleh oleh saat mudik pulang ke kampung halaman. Seperti yang sudah dilakukan oleh Anang Sulistya (51).

“Kerupuk rambak ini adalah kesukaan dari seluruh anggota keluarga saya. Oleh sebab itu saya membelinya untuk buah tangan saat pulang kampong ke Lumajang nanti,” ungkap pembeli asal Mojokerto sembari menenteng 5 kg kerupuk rambak dari toko Pak Edi.

Kerupuk rambak mentah juga sangat digemari oleh para pembeli dibandingkan dengan kerupuk rambak yang siap santap. Selain harganya yang cukup murah, kerupuk krecek rambak ini lebih mudah dibawa lantaran tidak mudah rusak ataupun remuk. “Kalaupun membeli yang sudah jadi atau matang, risikonya adalah melempem saat perjalanan jauh dan juga remuk,” ungkap Anang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *