Guru Ngaji Ini Jualan Manisan Carica Beromzet Rp 30 Juta/Bulan

Di Daerah Dataran Tinggi Dieng, buah Carica dapat dijadikan sebagai bisnis yang menjanjikan. Buah yang bentuknya hampir mirip dengan buah papaya ini dapat diolah menjadi makanan ringan untuk dijadikan sebagai oleh-oleh para turis lokal maupun mancanegara.

Peluang bisnis ini langsung terciup oleh Mudhofi, Seorang guru ngaji di pesantren Alfattah, Desa Patak Banteng, Kec. Kejajar, Kab. Wonosobo. Beliau mengolah buah carica ini menjadi manisan. Menjalani bisnis manisan buah carica, Mudhofi tidak sendiri. Beliau beserta sejumlah rekan pengurus pesantren Alfattah dan para petani sekitar bersama – sama membentuk koperasi yang memproduksi berbagai manisan dari olahan buah carica ini.

Modal awal yang di keluarkan dalam bisnis ini adalah sebesar 10 Juta Rupiah, manisan buah Carica olahan Mudhofi ini di beri label “Al-Fath”.

“Saya bikin koperasi, anggotanya adalah yayasan pesantreh Al-Fattah dan para petani sekitar, koperasi ini berdiri tahun 2008. Bersama – sama bikin lahan untuk manisan carica untuk dikirim ke berbagai kota” ungkap mudhofi.

pesanan yang datang terdapat dari beberapa kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Semarang dan Yogyakarta. Tetapi, dalam perjalanan bisnis manisan carica ini tidak selamanya lancar. Bisnis manisan carica ini sempat mengalami kesulitan berkembang dikarenakan terhambatnya arus kas dari agen penjual. “di tahun 2014 produksi manisan sempat berhenti karena banyak para agen yang tidak bayar. Akhir tahun 2014 saya coba teruskan lagi. Alhamdulillah bisnis semakin berkembang, sekarang ini dalam waktu satu hari kita bisa produksi rata – rata sampai 60 kilogram (Kg) Buah Carica. Kita produksi manisan carica tidak hanya satu rasa saja.” Terang Mudhofi.

Baca Juga : Sukses Mengembangkan Usaha Keripik Buah Dengan Omzet Ratusan Juta

Berbekal dari pengalaman mengikuti pelatihan UMKM di Jakarta, Mudhofi dapat memproduksi manisan carica dalam bentuk berbagai rasa seperti, terong belanda, lemon dan original. Manisan carica berlabel “al-Fath” ini dijual dengan kisaran harga 20 Ribu Rupiah untuk isi 6 Cup, dan 35 Ribu Rupiah untuk isi 12 cup. Masing – masing cup berisi 115 gram buah carica. Untk proses produksi manisan carica ini di lakukan oleh 20 orang, yang rata – rata adalah para santri pondok pesantren.

“omzet kami masih terbilang kecil, dalam waktu satu bulan terkumpul sekitar 30 Juta Rupiah. Uang nya di berikan untuk yayasan pesantren, dikarenakan selama ini pemasukan yayasan masih mengandalkan hasil jualan warung, sekarang ada bisnis manisan carica ini, bisa jadi pemasukan tambahan untuk yayasan.”

Baca Juga : Kisah Sukses CEO Bonekamu , Raih Omzet 1,5 M

“Omzet masih terbilang kecil, sebulan kisaran sekitar Rp 30 juta. Uangnya untuk yayasan pesantren, karena selama ini kan pemasukan yayasan mengandalkan jualan warung, jadi ada cairca ini bisa jadi tambahan pemasukan,” kata Mudhofi yang juga dipercaya menjadi Ketua Koperasi Al Fath ini.

“Alhamdulillah sekarang ini sudah banyak pesanannya. Kalau kita kirim ke Semarang sekali kirim 300 dus pesanan. Kita juga sudah mulai memasarkan melalui online, tapi masih belum efektif, jadi kita masih menandalkan agen.”Pungkasnya

Jika berminat dengan manisan carica Al-Fath silakan hubungi Mudhofi di nomor telepon 085291359911. Dengan alamat: JL. Dieng Km 24, Desa Patak Banteng, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo-Jateng.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *