Banjir Pesanan Buat Pengrajin Peci Sufi (Kopiah) Sebelum Ramadan dan Sudah Menutup Pesanan

Pengrajin Peci di Cirebon Banjir Pesanan

Mejelang hari raya lebaran, para pengrajin peci sufi dikota Cirebon, Kecamatan Harjamukti, di Kelurahan Argasunya, kebanjiran pesanan untuk peci sufi. Bahkan untuk pemesanan peci sufi untuk hari raya lebaran nanti telah ditutup pemesanannya dari sebelum Ramadhan.
” karena sudah terlalu banyak , Kami tidak menerima pesanan lagi untuk peci sufinya,” kata pengrajin peci sufi, Cholil, ketika ditemui diKecamatan Harjamukti, Kota Cirebon.

Pengrajin Peci di Cirebon Banjir Pesanan

Jika memang memaksa untuk menerimanya, dikhawatirkan untuk pesanan tersebut tidak akan tergarap. Di hari biasa saja, Cholil mampu membuat 8 sampai 12 produksi peci sufi per harinya. Saat Ramadan datang seperti saat ini, jumlah pembuatan produksi peci sufi meningkat hingga 150 persen. Ia pun mengatakan, bahwa hal tersebut dilakukan supaya semua pesanan selesai saat sebelum hari raya lebaran tiba.
“Selain diKota Cirebon, pesanan untuk peci dari luar daerah juga sangat banyak,” ungkap Cholil. Pembuatan produksi 1 peci sufi membutuhkan waktu kira-kira selama satu jam. Proses produksinya pun juga masih dengan cara yang manual.

Peci sufi garapan Cholil sama seperti peci kebanyakan pada umumnya. Tetapi, bentuk pada bagian atas peci milik Cholil terlihat agak meruncing. Di ujungnya terlihat untaian benang kira-kira panjangnya 10 cm.

Selain itu juga, peci sufi buatan Cholil menggunakan bermacam corak warna, tak hanya putih ataupun hitam. Untuk tingginya pun bervariasi, antara kisaran 10 cm – 18 cm panjangnya. Sekilas bentuknya mirip tampak seperti peci buatan asal negara Turki. Harga dari peci sufi produksi Cholil bermacam – macam, tergantung dari model , bentuk dan juga kain yang digunakan. Harganya rata-rata dibanderol dari mulai 35 ribu rupiah hingga 100 ribu rupiah per pecinya.

Pengrajin Peci dari Kudus Banjir Pesanan

Dibulan Ramadhan ini adalah bulan suci yang penuh berkah. Keberkahan rahmat di bulan suci ini pun juga dirasakan oleh pengrajin peci di daerah Kudus yang juga banjir pesanan. Bahkan untuk pesanan naik hingga 100 persen selama bulan puasa ini.

Pengrajin Peci dari Kudus Banjir Pesanan
Pemilik usaha Nor Yasin asal Desa Honggosoco, Kecamatan Jekulo mengungkapkan. Seperti yang terjadi di usaha peci pada tahun tahun sebelumnya, pada momen bulan puasa ditahun ini terjadi peningkatan pesanan hingga mencapai 800 peci. Padahal normalnya ditiap bulannya hanya mendapat pesanan 400 peci.

“Konsumen rata-rata berasal dari luar wilayah Kudus. Yang mayoritas ada didaerah Jawa Barat yang sudah menjadi langganan disetiap tahunnya,” katanya
Dia pun membeberkan, untuk bahan baku pembuatan peci miliknya adalah merupakan produk impor seperti halnya kain bludru dengan dipadukan dengan bahan lainnya. Karena dengan perpaduan dari bahan bahan tersebut peci buatannya akan menjadi lebih awet dan tak mudah rusak jika terkena air.

Mengenai harganya, Pak Yasin juga tidak terlalu mematok tinggi. Sangat terjangkau harganya hanya kisaran Rp 40 ribu sampai dengan Rp 75 ribu saja. “Tergantung dari motifnya, kalau lebih ruwet tentunya harga lebih mahal,” ungkapnya.

Baca Juga : Kerajinan Sapu Rayung Peluang Usaha Didaerah Magelang

Pengrajin Kopiah dari Pariaman Sumbar Banjir Pesanan

Pengrajin peci atau kopiah nasional asal Kota Pariaman (Nasril – 55 tahun) untuk wilayah Sumatera Barat, menerima banyak sekali pesanan jelang memasuki bulan puasa dari berbagai daerah di wilayah provinsi itu hingga ke wilayah negara tetangga.

“Peningkatan pesanan peci hingga 100 % disaat bulan puasa dikarenakan kebutuhan dari masyarakat yang sangat tinggi,” . Akibat pesanan yang tinggi, Nasril terpaksa menolak sebagian permintaan para konsumen karena terkendala dari segi waktu dan minimnya tenaga kerja.

Pengrajin Kopiah dari Pariaman Sumbar Banjir Pesanan

Nasril pun mengaku saat bulan puasa ini harus segera menyelesaikan pesanan konsumen dari berbagai daerah sebanyak 500 peci atau 25 kodi sebelum Lebaran hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah. Pesanan peci tersebut di antaranya datang dari berbagai wilayah seperti Palembang, Pekanbaru, Batam, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Agam dan juga pedagang lokal di Kota Pariaman itu sendiri.

“Jumlah pesanan untuk peci untuk para pedagang atau distributor pun bervariasi, ada yang pesan 2 kodi hingga 5 kodi untuk sekali pemesanan,” ungkapnya.

Terlebih lagi saat sebelum memasuki bulan Ramadhan 1439 Hijriah, pihaknya harus terlebih dahulu menyelesaikan pesanan dari konsumen sebanyak 25 kodi.

Pada hari hari biasanya untuk produksi kopiah atau peci nasional hanya kisaran 1 kodi atau 20 peci yang dijual ke toko toko di wilayah Pariaman dengan kisaran harga yang cukup bervariasi sesuai motif dan kualitas bahan yang digunakannya.

Untuk bahan beludru kualitas terbaik dijual dengan harga Rp100 ribu, kemudian kualitas sedang diharga Rp50 ribu dan kualitas standart dibanderol Rp35 ribu, ungkapnya.

Sementara itu pihak dari Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah diPariaman, yaitu Gusniyetti Zaunit mengatakan bahwa untuk produksi kopiah atau peci nasional terus mengalami peningkatan di setiap tahunnya terutama saat menjelang bulan Suci Ramadhan.

Baca Juga : Bisnis Untuk Mendulang Rupiah Dari Arang Bambu

Pihaknya telah memberi saran kepada para pengrajin peci atau kopiah supaya dapat membuka cabang atau toko di Pasar Produksi Jati Kecamatan Pariaman Tengah supaya lebih memudahkan dalam menjangkau para konsumen.

“Tujuannya adalah jika para pedagang peci ditempatkan di Pasar Jati, maka diharapkan para konsumen akan lebih mudah mengetahui sehingga jual beli pun mengalami lonjakan penjualan kepada para pedagang,” imbuhnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *